Tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini untuk mengenang perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan emansipasi wanita. Mulai dari bidang pendidikan, kebebasan berpikir, hingga kesetaraan hak.
Untuk memperingati Hari Kartini, di sekolah biasanya dirayakan dengan mengenakan pakaian adat sebagai simbol semangat perempuan dari masa ke masa. Menariknya, sekarang ada banyak cara lain yang lebih seru untuk merayakannya, lho!
Yes, salah satunya dengan menonton film bertema emansipasi wanita, Loveliest. Dengan menonton film, kamu bisa belajar bagaimana beragam perjalanan perempuan dalam memperjuangkan hak dan mimpinya. Di mana kisahnya bakal memperlihatkan, perjuangan perempuan di kehidupan sosialnya, seperti melawan ketidakadilan, stereotipe, dan tekanan sosial lainnya di berbagai zaman.
Kira-kira film apa saja yang bisa kamu tonton, Loveliest? Yuk, scroll sampai bawah untuk lihat rekomendasi selengkapnya!
Film tentang Emansipasi Wanita
1. Kartini (2017)
Film ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo sebagai Kartini. Mengangkat kisah R.A. Kartini sebelum menjadi ikon emansipasi wanita, film Kartini menampilkan sosok dirinya saat muda yang merasa terkurung dalam tradisi pingitan yang membatasi perempuan.
Namun, daripada pasrah begitu saja, Kartini yang cerdas dan kritis justru berani mempertanyakan mengapa perempuan nggak boleh bersekolah tinggi. Ia pun mulai melawan tradisi demi membuka akses pendidikan bagi para perempuan.
Film ini cocok banget buat kamu yang suka cerita perjuangan dari nol sampai akhirnya bisa membawa perubahan besar.
2. Little Women (2019)
Film ini diadaptasi dari novel klasik dan disutradarai oleh Greta Gerwig. Ceritanya berawal dari empat saudara yang memiliki mimpi berbeda, mulai dari menjadi penulis, seniman, hingga sesederhana membangun keluarga.
Little Women juga menyoroti bagaimana perempuan sering dihadapkan pada pilihan antara cinta, impian, dan kemandirian. Yang bikin menarik, film ini menunjukkan bahwa setiap perempuan berhak menentukan jalan hidupnya sendiri tanpa tekanan sosial.
3. Hidden Figures (2016)
Cerita di Hidden Figure diangkat dari kisah nyata tiga perempuan Afrika-Amerika, yaitu Katherine Johnson, Dorothy Vaughan, dan Mary Jackson, yang bekerja di NASA pada era 1960-an.
Sayangnya, selama bekerja kamu harus menghadapi diskriminasi karena kamu perempuan dan berkulit hitam. Namun, hal tersebut nggak membuat mereka berhenti di situ. Mereka justru membuktikan bahwa kemampuan dan kecerdasan nggak bisa diremehkan hanya karena gender.
Film ini menjadi bukti bahwa perempuan juga bertalenta dan punya peran besar dalam sejarah dan perubahan dunia, Loveliest!
4. Mulan (2020)
Loveliest pasti sudah familiar dengan karakter yang satu ini, kan? Mulan merupakan tokoh dari film animasi Disney yang pertama kali dirilis pada 1998. Kemudian, pada 2020, kisahnya diadaptasi kembali dalam versi live-action.
Keduanya sama-sama mengangkat cerita perempuan tangguh yang menentang norma demi melindungi keluarga, meski dengan pendekatan dan nuansa yang berbeda. Mulan dikisahkan sebagai perempuan yang menyamar jadi laki-laki untuk menggantikan ayahnya yang sakit dalam panggilan wajib militer. Dengan keberanian, kecerdasan, dan strategi yang dimilikinya, ia berhasil membuktikan bahwa perempuan juga bisa menjadi pejuang tangguh di dunia yang didominasi laki-laki.
5. Yuni (2021)
Film karya Kamila Andini ini mengangkat isu sosial tentang pernikahan dini di Indonesia. Yuni bercerita tentang seorang siswi SMA pintar yang punya mimpi melanjutkan kuliah. Sayangnya, Yuni harus menghadapi tekanan untuk segera menikah setelah lulus sekolah.
Saat menonton, kamu akan merasakan konflik batin perempuan antara tradisi dan cita-cita. Terlebih lagi, film ini juga mengajak berpikir, mengapa perempuan sering dipaksa memilih. Padahal, setiap perempuan seharusnya punya kebebasan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri. Setuju?
6. Gadis Kretek (2023)
Berlatar industri kretek di Indonesia pada masa lampau, film ini berfokus pada Dasiyah–Jeng Yah. Ia merupakan anak sulung dari Idroes Moeria, pengusaha kretek terkemuka pemilik yang hidup pada era sebelum 1965. Di industri yang identik dengan laki-laki, Jeng Yah hadir sebagai perempuan yang ahli dan jago dalam meracik tembakau.
Selain kisah cinta dan sejarah industri kretek, Gadis Kretek juga menggambarkan perjuangan seorang perempuan untuk diakui atas kemampuan dan jati dirinya. Film ini menjadi pengingat bahwa Loveliest tetap bisa t dalam inovasi dan bisnis, meski berada di industri yang didominasi laki-laki.
7. Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (2017)
Rekomendasi film emansipasi wanita lainnya yang bisa kamu tonton adalah Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak. Mengisahkan Marlina, seorang perempuan di pedalaman Sumba yang menjadi korban perampokan dan kekerasan.
Yang menarik, walau telah melalui pengalaman dan perlakuan yang keji, ia nggak tinggal diam. Marlina menempuh perjalanan penuh keberanian untuk memperjuangkan keadilan. Kisah ini menjadi simbol kuat perlawanan perempuan terhadap kekerasan seksual dan kezaliman sosial.
Serunya lagi, film ini punya gaya sinematik yang unik dan nggak boleh untuk dilewatkan!
8. Athirah (2016)
Film yang menceritakan ibu dari mantan Presiden ke-3 Indonesia, BJ Habibie, ini juga termasuk film emansipasi wanita, lho! Athirah menggambarkan seorang perempuan kuat yang harus menghadapi rumah tangga penuh ujian.
Meski sedih dan tertekan, ia tetap tegar demi anak-anaknya. Film ini menunjukkan bahwa emansipasi wanita nggak selalu soal perlawanan besar, tetapi juga bisa berarti kekuatan hati, kesabaran, dan keteguhan dalam menghadapi hidup.
Nah, itu dia deretan film lokal maupun internasional bertema emansipasi wanita yang bisa kamu tonton, Loveliest. Masing-masing menghadirkan kisah perjuangan perempuan dalam berbagai bentuk, mulai dari pendidikan, karier, kebebasan memilih, hingga melawan ketidakadilan sosial.
Karena semangat emansipasi wanita bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi masih relevan hingga sekarang. Di Hari Kartini ini justru bisa menjadi momen untuk mengingatkan kamu bahwa setiap perempuan punya hak untuk bermimpi, memilih, dan menentukan jalannya sendiri.
Semoga bisa memantik semangatmu dan jadilah Kartini masa kini dengan tampil percaya diri, menginspirasi, dan berani mewujudkan mimpi-mimpi yang kamu miliki, Loveliest!